dibaliklayar

Friday, July 29, 2005

sama

Setelah berkehidupan hampir 30 tahun dan mendengar cerita2 jaman dulu ternyata dunia in ini nggak ada yang berubah.
manusia2nya masih seperti itu saja. ada yang seperti hewan. ada yang seperti hewan ber hati manusia, ada yang manusia berhati hewan. ada juga manusia berhati manusia tapi kadang.

Memang benar jika ingin perbaikan dimulai harus dari diri sendiri. Secuil pikiran saja yang menyangkal ini bisa menjadi benih ketidak behasilan. Mungkin hidup di dunia ini harus dimulai dengan syukur. kalo di mulai dengan ketidak puasan maka yah seperti ini lah jadinya.
Manusia berhati hewan, dan lebih parah lagi. Hampir semua manusia indonesia ternyata sudah mulai belajar jadi debus atau mungkin ini ilmu turunan yah. Mendarah daging dan di turunkan melalui sekolah2 pengalaman di lapangan.

Terutama para pati, entah kenapa mereka jadi sakti mandraguna. Bisa makan beton, bisa makan aspal, minum bensin, minum solar, minum oli dan tidak mati, bisa menghilang, bahkan bisa sihir. Tadi dilihat ada, sekejap bisa mensulap jadi tidak ada. Hebat memang manusia2 Indonesia.

Manusia yang masih bodoh, tidak melihat alam, tidak pernah belajar dari alam dan tidak mau belajar juga. Masih mending hewan yang bisa kapok. Tapi manusia tidak bisa kapok. Dengan memelintirkan pikiran2 yang muluk2 lalu mereka merayu pikiran2 mereka sendiri bahwa ini semua demi kepentingan manusia banyak.

Manusia dengan segala akalnya yang baik dan buruk berlomba2 untuk menjadi yang ter. tapi itu untuk manusia biasa saja. kalo manusia luar biasa. mereka tidak ber ikut ber partisipasi dalam ajang itu yang penuh dengan lumpur. Manusia yang luar biasa mereka melihat dari jauh dan mengambil keuntungan sebanyak2nya demi perut. Manusia yang terluarbiasa hanya melihat , tertawa sambil menangis mensyukuri nikmat berlaku sewajarnya.